Kisah Perpisahnya Pulau Jawa dan Pulau Bali

Deva setiawan adalah situs sharing informasi mengenai tutorial tips dan trik smartphone dan memberikan informasi berita terbaru serta membagikan kisah perjalanan hidup sehari-hari

May 1, 2019

Kisah Perpisahnya Pulau Jawa dan Pulau Bali

Devasetiawan.com - Kisah Terpisahnya Pulau Jawa dan Pulau Bali | Tersebutlah di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang bernama Mpu Bekung atau lebih dikenal dengan Dang Hyang Sidhimantra yang sangat terkenal akan kesaktiaannya.

Ia memiliki seorang putra bernama Manik Angkeran yang mempunyai sifat kurang baik, yaitu suka bermain judi. Dalam permainan judinya dis selalu kalah dan banyak berhutang kepada orang lain. 

Kisah Perpisahnya Pulau Jawa dan Pulau Bali
Calonarangtaksu - Kisah Perpisahnya Pulau Jawa dan Pulau Bali
Manik Angkeran pun meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidhimantra beryoga memohon petunjuk Yang Kuasa, akhirnya beliau, mendapat bisikan agar segera pergi menuju lereng Gunung Agung meminta pertolongan Sang Hyang Nagaraja Basuki. Sidhimantra segera pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan yang ia hadapi.

Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta ditambah lagi dia membaca doa dan memanggil nama Nagaraja BasukiTidak lama kemudian Sang Nagaraja keluar.

Setelah mendengar maksud kedatangan Sidimantra, Naga Basuki segera mengambil emas dan intan dari Goanya, Sidimantra mohon diri. Tak lama kemudian, harta itu habis untuk digunakannya taruhan dalam bermain judi.

Manik Angkeran sekali lagi meminta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidimantra menolaknya, Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Berangkatlah Manik Angkeran ke Gunung Agung.

Setelah sampai di lereng Gunung Agung bertemulah dia dengan Naga Basuki. Mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, Sang Naga bersabda, ”Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi jangan pernah berjudi lagi” Manik Angkeran terpesona melihat permata di ekor Naga Basuki, maka dipotongnya ekor Naga Basuki, dan segera melarikan diri. 

Sang Nagaraja menjilati jejak kaki Manik Angkeran, seketika ia terbakar menjadi abu. Mendengar kematian anaknya, Sidimantra memohon kepada Naga Basuki agar anaknya dihidupkan kembali. Nagaraja menyanggupi dengan syarat ekornya dapat dikembalikan seperti sediakala. Sidhimantra  menyangupi syarat dari Naga Basuki.

Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang yang baik. Manik Angkeran pun diangkat menjadi murid oleh Naga Basuki. Sidhimantra pun segera beryoga dan mendapat petunjuk untuk menggoreskan tongkatnya di tanah, air laut pun naik dan memisahkan Jawa dan Bali, lautan tersebut kini dikenal sebagai Segara Rupek.

Tunggu kisah lainnya dari @calonarangtaksu #calonarangtaksu | Terima Kasih - Deva Setiawan

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kisah Perpisahnya Pulau Jawa dan Pulau Bali

0 komentar:

Post a Comment