Rahajeng Anggara Kasih untuk Umat Hindu, Calonarangtaksu Bali

Devasetiawan.com - Rahajeng Anggara Kasih untuk Umat Hindu, Calonarangtaksu | Dalam kepercayaan Bali, Naga adalah suatu mahkluk supranatural yang diyakini sebagai roh suci pelindung. Naga dalam kepercayaan Bali berwujud seekor ular raksasa yang di kepalanya terdapat mahkota emas yang dihiasi permata, bergigi tajam, muncul api dari mulutnya serta seluruh tubuhnya diselimuti api.

Rahajeng Anggara Kasih untuk Umat Hindu, Calonarangtaksu
Rahajeng Anggara Kasih untuk Umat Hindu, Calonarangtaksu
Naga juga merupakan simbol kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Bali, misalnya penjor yang merupakan simbol Nagaraja Ananta Boga. Dalam ajaran Hindu para naga lahir dari seribu telur yang dimiliki Dewi Kadru atas pemberian suaminya, Bhagawan Kasyapa.

Di Bali sosok Naga juga termasuk mahkluk Rencang "Rencang" atau "Ancangan", Rencang adalah sebutan untuk mahkluk halus yang mengemban tugas sebagai pengawal dari kekuatan yang berstana di tempat tertentu atau bertugas sebagai penjaga tempat-tempat suci seperti Pura, para rencang biasanya berwujud hewan seperti harimau, kera, anjing, kuda, kambing, ular, dan naga.

Naga adalah salah satu wujud Rencangan yang paling lumrah didengar oleh masyarakat Bali, terbukti hampir diseluruh pura di Bali dapat ditemui patung Naga yang sebelumnya sudah dilaksanakan upacara pasupati yang bertujuan menghidupkan patung tersebut.

Bagi yang memiliki mata batin, biasanya Rencangan Naga ini akan terlihat melingkari Pura dengan tubuhnya yang sangat panjang dan besar sambil tertidur menjaga Pura. Selain penjaga Pura, sosok Naga juga dipercayai sebagai penjaga perairan di Bali seperti, sungai, danau, dan laut, serta penjaga gunung, misalnya, Naga bersisik emas dan berjengger emas yang dipercayai sebagai penjaga Danau Batur yang juga menjadi tunggangan dari Dewi Danu yang berstana di Danau Batur, Sang Hyang Nagaraja Basuki penjaga Gunung Agung, serta Naga Gombang sang penyebab gempa bumi.

Orang-orang tua Bali juga menyebutkan bahwa sosok Naga adalah perwujudan dari ular-ular yang sedang bertapa selama ribuan tahun. Ketika air sungai meluap dan terjadi banjir bandang maka dipercayai bahwa seekor ular yang telah berubah menjadi Naga sudah menyelesaikan pertapaannya sedang melewati sungai untuk pergi menuju lautan.

Tulisan dari admin @calonarangtaksu | Terima Kasih - Deva Setiawan

0 Response to "Rahajeng Anggara Kasih untuk Umat Hindu, Calonarangtaksu Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel